Rilis

Smartphone 2nm Pertama di Dunia: Daftar Lengkap dan Perbandingan Chipsetnya

Tahun 2026 menjadi titik balik besar dalam sejarah chipset smartphone. Setelah bertahun-tahun berkutat di fabrikasi 3nm, industri akhirnya benar-benar beralih ke 2nm—dan peralihan…

Smartphone 2nm Pertama di Dunia: Daftar Lengkap dan Perbandingan Chipsetnya

Tahun 2026 menjadi titik balik besar dalam sejarah chipset smartphone. Setelah bertahun-tahun berkutat di fabrikasi 3nm, industri akhirnya benar-benar beralih ke 2nm—dan peralihan ini bukan sekadar angka di brosur. Ia mengubah cara pabrikan merancang CPU, GPU, hingga cara mendinginkan ponsel yang semakin panas.

Dari Apple hingga MediaTek, semuanya berlomba menjadi yang pertama. Tapi siapa sebenarnya yang sudah meluncurkan ponsel 2nm ke pasaran, dan chipset mana yang paling menjanjikan? Berikut panduan lengkapnya.

Mengapa 2nm Begitu Penting?

Secara sederhana, semakin kecil proses fabrikasi, semakin banyak transistor yang bisa ditanam dalam area yang sama. Hasilnya: performa lebih tinggi dengan konsumsi daya lebih rendah. Pada 2nm, peningkatan efisiensi ini sangat signifikan—Qualcomm mengklaim Snapdragon 8 Elite Gen 6 menghasilkan efisiensi daya 37% lebih baik dibanding generasi 3nm sebelumnya. MediaTek bahkan menyebut penurunan konsumsi daya hingga 25–30% pada Dimensity 9600.

Namun, ada nuansa teknis yang perlu dipahami: tidak semua 2nm diciptakan sama. Ada dua varian utama dari TSMC, yakni N2 (standar) dan N2P (performance-enhanced). Apple dikabarkan menggunakan N2 untuk A20 Pro, sementara Qualcomm dan MediaTek melangkah lebih agresif dengan N2P. Perbedaan ini bisa memengaruhi seberapa jauh masing-masing chip bisa didorong tanpa kepanasan berlebih.

Empat Raksasa Chipset 2nm

Apple A20 Pro: Sang Pelopor di Ekosistem iPhone

Apple menjadi yang pertama membawa 2nm ke iPhone melalui A20 Pro, yang tertanam di iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo lipat. Apple tidak sekadar mengecilkan transistor; mereka merombak cara chip dikemas.

A20 Pro menggunakan enam inti CPU (2 performa + 4 efisiensi) yang diklaim hingga 20% lebih cepat dari iPhone 17 Pro. GPU 7-intinya melesat hingga 40% lebih kencang, dan yang paling mencolok: Neural Engine-nya berlipat menjadi 32 inti, menggandakan kemampuan pemrosesan AI on-device.

Yang membuat A20 Pro istimewa adalah desain pendinginannya. Apple menempatkan die silikon dan memori secara berdampingan—mengadopsi pendekatan chip M-series—sehingga panas dari chip tidak "mencekik" memori. Vapor chamber-nya punya area tiga kali lebih luas, memungkinkan performa puncak bertahan lebih lama tanpa throttling. Hasilnya, Apple mengklaim peningkatan performa berkelanjutan hingga 40% dibanding iPhone 17 Pro.

Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6: Monster 5GHz

Jika Apple fokus pada keseimbangan, Qualcomm mendorong batas kecepatan mentah. Snapdragon 8 Elite Gen 6—terutama varian "Extreme"—menjadi prosesor smartphone pertama yang menembus 5GHz. Dengan fabrikasi TSMC N2P dan CPU Oryon generasi keempat, chip ini menawarkan peningkatan performa CPU 13% dan efisiensi daya 37% dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Qualcomm juga membawa modem Snapdragon X105 5G dengan kecepatan unduh hingga 14,8Gbps, dukungan Wi-Fi 8, dan Bluetooth 6.0. Untuk kreator konten, chip ini mendukung perekaman 8K 60fps dan 4K 240fps.

Ponsel pertama yang menggunakan chip ini adalah Xiaomi 18 Pro Max, yang meluncur hanya sehari setelah pengumuman resmi Qualcomm pada September 2026.

Samsung Exynos 2600: 2nm GAA Pertama di Dunia

Samsung mencetak rekor sebagai pembuat SoC smartphone 2nm GAA (Gate-All-Around) pertama di dunia melalui Exynos 2600. Chip ini resmi mendarat di Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus di sejumlah pasar seperti Eropa, Korea Selatan, dan India.

Exynos 2600 membawa konfigurasi CPU 10-inti yang tidak biasa: satu inti prime 3,8GHz, tiga inti performa 3,25GHz, dan enam inti efisiensi 2,75GHz—tanpa inti "little" sama sekali. Samsung mengklaim peningkatan performa CPU hingga 39% dan performa AI hingga 113% dibanding Exynos 2500. GPU Xclipse 960-nya menawarkan performa ray-tracing 50% lebih baik.

Namun, ada catatan penting: efisiensi Exynos 2600 masih dipertanyakan. Dalam pengujian Geekbench 6, chip ini dilaporkan menarik daya hingga 30W, sekitar 40% lebih tinggi dari Snapdragon 8 Elite, yang berpotensi membuat performa berkelanjutan di Galaxy S26 kurang konsisten.

MediaTek Dimensity 9600 Pro: Penantang dari Taiwan

MediaTek tidak mau ketinggalan. Dimensity 9600 Pro menjadi chip 2nm pertama mereka, dibangun di atas proses TSMC N2P. MediaTek mengonfirmasi bahwa varian Pro menggunakan 2nm, sementara varian standar tetap di 3nm.

Bocoran menyebutkan Dimensity 9600 akan menggunakan konfigurasi CPU 2+3+3 dengan dua inti ultra yang mampu mendekati 5GHz. Chip ini diproyeksikan menjadi otak di balik OPPO Find X10 series dan vivo X500 series.

Daftar Smartphone 2nm yang Sudah (dan Segera) Meluncur

Ponsel Chipset Status
iPhone 18 Pro / Pro Max Apple A20 Pro (2nm N2) Rilis September 2026
iPhone Duo (lipat) Apple A20 Pro Diperkenalkan bersamaan
Xiaomi 18 Pro Max Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Rilis 23 September 2026
HONOR Magic9 Pro Max Snapdragon 8 Elite Gen 6 Dijadwalkan 28 September 2026
Samsung Galaxy S26 / S26 Plus Exynos 2600 (2nm GAA) Rilis Februari 2026 (pasar select)
OPPO Find X10 series MediaTek Dimensity 9600 Pro Diperkirakan akhir 2026
vivo X500 series MediaTek Dimensity 9600 Pro Diperkirakan akhir 2026

Selain daftar di atas, sejumlah ponsel lain dikabarkan menyusul, termasuk iQOO 16, OnePlus 16, Realme GT9 Pro, Xiaomi MIX 5, dan HONOR WIN2 series yang disebut akan membawa baterai "kelas 10.000mAh".

Perbandingan Singkat Chipset 2nm

Chipset Fabrikasi CPU Keunggulan Utama
Apple A20 Pro TSMC N2 6-inti (2P + 4E) Neural Engine 32-inti, pendinginan revolusioner, ekosistem iOS
Snapdragon 8 Elite Gen 6 TSMC N2P 8-inti Oryon, hingga 5GHz Frekuensi tertinggi, Wi-Fi 8, modem X105
Exynos 2600 Samsung 2nm GAA 10-inti (1+3+6) 2nm GAA pertama, peningkatan AI 113%
Dimensity 9600 Pro TSMC N2P 8-inti (2+3+3) Efisiensi daya tinggi, harga lebih kompetitif

Apa Artinya bagi Anda?

Bagi konsumen, peralihan ke 2nm bukan sekadar jargon. Ini berarti ponsel flagship tahun ini dan tahun depan akan lebih dingin saat gaming, lebih hemat baterai untuk tugas sehari-hari, dan yang paling penting: AI on-device yang jauh lebih cepat. Apple memprioritaskan Neural Engine besar untuk menjalankan model AI langsung di ponsel tanpa perlu koneksi cloud. Qualcomm dan MediaTek mengejar hal serupa dengan NPU yang semakin besar.

Namun, ada harga yang harus dibayar. Biaya fabrikasi 2nm sangat tinggi—konon satu chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi Pro bisa menelan biaya lebih dari $300 per unit. Inilah alasan mengapa beberapa pabrikan memilih strategi "dual-platform", mencampur chip 2nm untuk model tertinggi dengan chip 3nm untuk model yang lebih terjangkau.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli ponsel flagship baru, 2026 adalah tahun yang tepat untuk melompat. Generasi 2nm pertama ini membawa lompatan efisiensi yang nyata, bukan sekadar peningkatan performa marginal. Tapi seperti biasa, tunggu ulasan independen—terutama untuk Exynos 2600 yang masih harus membuktikan efisiensinya di dunia nyata—sebelum memutuskan.

Buka versi interaktif (komentar dan jajak pendapat)